Example floating
Example floating
Kesehatan

Dari Ujung Madura, RSUD Sumenep Pimpin Edukasi Ortopedi Indonesia

806
×

Dari Ujung Madura, RSUD Sumenep Pimpin Edukasi Ortopedi Indonesia

Sebarkan artikel ini
Foto: Erliyati, M.Kes.,indukasi Ortopedi Nasional di RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep

SUMENEP, Suarapers.net – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar Sumenep kembali mendapat kepercayaan dari pemerintah pusat sebagai tuan rumah kegiatan edukasi ortopedi berskala nasional.

Rumah sakit kebanggaan masyarakat di ujung timur Pulau Madura ini menjadi pusat perhatian dunia medis nasional setelah ditunjuk sebagai mitra strategis dalam program pengabdian masyarakat dan edukasi ortopedi yang digelar pada 3–5 Mei 2025.

Example 300x600

Kegiatan ini merupakan bagian dari The 73rd Continuing Orthopaedic Education (COE) yang diselenggarakan oleh Persatuan Ahli Bedah Ortopedi Indonesia (PABOI) atau Indonesian Orthopaedic Association (IOA) bekerja sama dengan Yayasan Ortopedi Indonesia (YOI).

Selama tiga hari, berbagai agenda ilmiah dan sosial digelar di RSUD dr. H. Moh. Anwar untuk memperkuat layanan ortopedi, khususnya di wilayah kepulauan seperti Sumenep.

Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar, dr. Erliyati, M.Kes., menyambut antusias pelaksanaan kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa kolaborasi semacam ini memberikan manfaat nyata bagi tenaga kesehatan dan masyarakat setempat.

“Tentu saja RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep menyambut dengan tangan terbuka kerja sama ini, karena memberikan dampak langsung bagi SDM kesehatan kami dan masyarakat luas,” ujar dr. Erliyati, yang akrab disapa dr. Erli, sebelum keberangkatannya ke Tanah Suci, pekan lalu.

Berbagai program edukatif dilaksanakan, termasuk seminar awam ortopedi dan traumatologi yang diikuti oleh 180 lansia dan 20 guru olahraga. Materi yang disampaikan mencakup osteoartritis, osteoporosis, serta pencegahan cedera olahraga.

Untuk kalangan tenaga kesehatan, pelatihan intensif diberikan kepada 30 dokter dan 70 perawat dari berbagai fasilitas layanan kesehatan di Sumenep. Topik yang dibahas meliputi penanganan cedera ekstremitas atas dan bawah, fraktur, amputasi traumatik, hingga kegawatdaruratan ortopedi tulang belakang.

Peserta juga dibekali keterampilan praktis seperti teknik splinting, bandaging, imobilisasi tulang belakang, dan penanganan cedera olahraga di layanan primer.

Ketua Umum IOA, Prof. Ismail Hadisoebroto Dilogo, Sp.OT(K), menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen organisasi untuk menghadirkan layanan ortopedi yang lebih dekat ke masyarakat daerah.

“Kami berharap masyarakat Sumenep dan sekitarnya mendapatkan manfaat langsung, dan para tenaga kesehatan juga lebih siap menangani kasus-kasus ortopedi di lapangan,” ujarnya.

Senada, Ketua YOI dr. Lia Marliana, Sp.OT(K), menegaskan bahwa seluruh dokter ortopedi di Indonesia memiliki tanggung jawab untuk terlibat aktif dalam upaya peningkatan edukasi dan layanan kesehatan masyarakat.

“Kami semua memiliki komitmen dan tanggung jawab bersama untuk berkontribusi dalam edukasi dan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Jika Anda ingin versi ini diformat untuk siaran pers, media sosial, atau disesuaikan untuk publikasi pemerintah daerah, saya bisa bantu lebih lanjut.

Penulis : Ron

Editor   : Frinanda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× How can I help you?