Example floating
Example floating
BeritaPeristiwa

Sempat Dilaporkan Hilang, Perempuan Ditemukan Meninggal di Tanah Tegal Sumenep

37
×

Sempat Dilaporkan Hilang, Perempuan Ditemukan Meninggal di Tanah Tegal Sumenep

Sebarkan artikel ini
Foto : Warga bersama petugas mengevakuasi jenazah perempuan yang ditemukan meninggal dunia di area tanah tegal Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, Sumenep, Kamis (24/9/2026).

SUMENEP, Suarapers.net –  Seorang perempuan berusia 62 tahun ditemukan meninggal dunia di area tanah tegal di Dusun Aengnyior, Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Kamis (24/9/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.

Perempuan bernama Saniye itu ditemukan dalam posisi terlentang di area tanah tegal.

Example 300x600

Kapolsek Bluto AKP Agus Sugito, menerangkan, penemuan tersebut bermula ketika seorang warga bernama Sahari berada di sekitar lokasi.

Sahari mendapat informasi dari seorang laki-laki yang sedang mencari rumput untuk ternak bahwa terdapat seseorang dalam posisi terlentang di area tanah tegal.

Informasi tersebut kemudian disampaikan kepada perangkat Desa Lobuk. Sahari bersama Sekretaris Desa Lobuk Rifqi Hufron dan Kepala Dusun Lobuk Joni Suharto selanjutnya mendatangi lokasi.

“Setelah dilakukan pengecekan, perempuan tersebut diketahui bernama Saniye, warga Dusun Lobuk, Desa Lobuk,” kata Agus kamis, (24/09).

Perangkat desa kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Bluto. Petugas kepolisian bersama pihak Puskesmas Bluto mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan dan pemeriksaan awal.

Jenazah Saniye kemudian dievakuasi ke rumah duka di Dusun Lobuk RT 007 RW 002, Desa Lobuk.

Pihak keluarga menolak dilakukan visum terhadap jenazah dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

“Berdasarkan keterangan keluarga, Saniye meninggalkan rumah sejak Selasa (22/9/2026) tanpa berpamitan, ” Terangnya.

Keluarga kemudian melakukan pencarian dan menyebarkan informasi mengenai orang hilang melalui media daring.

Keluarga juga menyebut Saniye telah mengalami gangguan kejiwaan sejak lama.

Sehari sebelum ditemukan meninggal dunia, Rabu (23/9/2026) sekitar pukul 20.00 WIB, Saniye sempat terlihat warga berjalan kaki di Jalan PUD/Jalan Desa Dusun Aengnyior.

“Saat itu, korban disebut tidak menggunakan alas kaki. Ketika ditegur, Saniye tidak memberikan respons dan kemudian melanjutkan perjalanan.

Menurut Agus, polisi telah melakukan pemeriksaan lokasi kejadian, meminta keterangan sejumlah saksi, melakukan dokumentasi, serta mengumpulkan bahan keterangan.

Hingga penanganan awal, penyebab kematian Saniye belum dapat dipastikan.

Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui rangkaian kejadian secara utuh. Kondisi korban sebelum ditemukan meninggal dunia juga masih menjadi bagian dari pendalaman dan belum dapat dijadikan kesimpulan mengenai penyebab kematian.

 

Penulis : Ron

Editor : Frinanda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *