Example floating
Example floating
Peristiwa

Obat Hanya dari Satu Apotek, Praktik Dokter AR di Sumenep Dipertanyakan

185
×

Obat Hanya dari Satu Apotek, Praktik Dokter AR di Sumenep Dipertanyakan

Sebarkan artikel ini
Foto : ilustrasi dokter spesialis saraf berinisial AR di Kabupaten Sumenep.

Sumenep, Suarapers.net – Praktik seorang dokter spesialis saraf berinisial AR di Kabupaten Sumenep menjadi sorotan tajam masyarakat. Berlokasi di Jalan dr. Cipto, Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep, praktik dokter tersebut dinilai janggal karena beroperasi hingga malam hari, mulai pukul 15.00 hingga 23.00 WIB.

Namun, bukan soal jam praktik yang jadi persoalan utama. Sejumlah warga mempertanyakan sistem pemberian obat kepada pasien, yang dinilai tidak transparan dan berpotensi melanggar kode etik profesi kedokteran.

Example 300x600

“Setiap pasien selesai diperiksa, langsung diberi obat di tempat. Dan dari keterangan yang kami himpun, obat-obatan tersebut hampir selalu berasal dari Apotek Purnama di Jalan Adipoday,” ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya, Kamis (26/6/2025).

Masyarakat menduga, ada hubungan eksklusif antara praktik dokter AR dan apotek tersebut. Jika dugaan ini benar, maka hal itu bisa melanggar prinsip independensi dan objektivitas dalam pelayanan medis. Menurut standar etika kedokteran, seorang dokter tidak boleh memiliki kepentingan bisnis dalam proses pengobatan pasien, termasuk dalam hal distribusi obat.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak dokter AR belum memberikan tanggapan. Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep pun belum merespons permintaan konfirmasi dari Suarapers.net.

Publik mendesak agar Dinas Kesehatan turun tangan melakukan pemeriksaan atas praktik tersebut, demi memastikan perlindungan hak-hak pasien dan tegaknya etika profesi di bidang medis.

Reporter : Red

Editor      : Frinanda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× How can I help you?