Example floating
Example floating
KriminalPeristiwa

Cekik Kurir JNT hingga Berdarah, Pengusaha di Pamekasan Ditangkap Polisi

362
×

Cekik Kurir JNT hingga Berdarah, Pengusaha di Pamekasan Ditangkap Polisi

Sebarkan artikel ini
Foto : Pelaku Kurir pencekikan kurir JNT di Kabupaten Pamekasan Irwan merekam saat dirinya dianiaya ketika mengantarkan paket COD di Jalan Teja, Desa Laden, Kecamatan Pamekasan, Senin (30/6/2025).

PAMEKASAN, Suarapers.net – Polisi akhirnya berhasil membekuk pelaku penganiayaan terhadap seorang kurir JNT yang terjadi di Jalan Raya Teja, Desa Laden, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, pada Rabu (2/7/2025).

Pelaku berinisial Arif, seorang pengusaha, menjadi viral di media sosial setelah diduga melakukan aksi kekerasan dengan mencekik kurir bernama Irwan Siskiyanto, seorang mahasiswa yang bekerja paruh waktu sebagai kurir JNT. Insiden ini dipicu oleh kekecewaan pelaku terhadap barang pesanan yang dinilai tidak sesuai.

Example 300x600

Kapolres Pamekasan, AKBP Hendra Eko Triyulianto melalui Kasi Humas Polres Pamekasan, Iptu Sri Sugiarto, membenarkan adanya penangkapan terhadap pelaku.

“Benar, terduga pelaku sudah kami amankan. Saat ini masih dalam proses pemeriksaan oleh penyidik,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (2/7/2025).

Saat ini, Polres Pamekasan masih terus melakukan pendalaman terhadap motif serta menggali keterangan tambahan dari para saksi di lokasi kejadian.

Peristiwa memilukan ini terjadi pada Ahad (30/6/2025), saat Irwan mengantarkan paket berupa handphone kepada pelanggan atas nama Arif/Ayik di Gedung Pramuka, Jalan Teja Sekar Putih, Desa Laden.

Setibanya di lokasi, Irwan bertemu dengan istri pelaku yang mengakui bahwa HP tersebut merupakan pesanan suaminya melalui platform TikTok, dengan metode pembayaran Cash on Delivery (COD).

Namun, setelah pembayaran dilakukan dan barang dibuka, istri pelaku menganggap HP tersebut tidak sesuai harapan. Ia kemudian menghubungi suaminya. Sesaat setelah datang, pelaku langsung mengamuk.

“Saya sudah menjelaskan, tapi suaminya yang bernama Arif itu tidak mau mendengarkan dan langsung mencekik saya sampai saya tidak bisa bernafas. Bahkan uang yang sudah dibayar dirampas kembali,” ungkap Irwan.

Akibat dicekik secara brutal, Irwan mengaku mengalami kesulitan bernafas dan mengeluarkan darah dari mulutnya.

Insiden ini menuai kecaman luas di media sosial. Banyak netizen mengecam tindakan pelaku yang dinilai arogan dan tidak manusiawi, apalagi mengingat Irwan hanyalah kurir yang menjalankan tugasnya.

Pihak kepolisian memastikan akan memproses kasus ini secara hukum dan menegaskan bahwa tidak ada tempat bagi tindakan kekerasan terhadap siapa pun, terlebih terhadap pekerja layanan publik.

“Siapa pun pelakunya, kami akan tindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tegas Iptu Sri Sugiarto.

Kasus ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya edukasi masyarakat terkait prosedur pengembalian barang COD, serta pentingnya memperlakukan pekerja jasa dengan hormat dan manusiawi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× How can I help you?