SUMENEP, Suarapers.net — Proyek Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di bawah naungan HIPPAM Melati Indah, Desa Patean, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, menuai sorotan. Sejumlah pihak menilai kualitas pekerjaan di lapangan diragukan dan diduga tidak sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB).
Aktivis lokal, Dulla, menyebut hasil investigasinya menemukan beberapa kejanggalan di sejumlah titik lokasi pekerjaan. “Dari hasil pantauan kami, campuran pasir dan semen diduga tidak sesuai dengan RAB. Jika hal ini benar, maka kualitas bangunan dipastikan tidak akan bertahan lama,” ujarnya, Rabu (13/11/2025).
Ia juga menyoroti kondisi saat pemasangan batu yang dilakukan di area tergenang air. “Saat pekerjaan dilakukan dalam genangan, otomatis campuran semen tidak stabil. Ini tentu berpengaruh pada kekuatan bangunan,” tambahnya.
Selain itu, Dulla menilai pekerjaan tersebut tidak menunjukkan adanya tanda-tanda pendampingan teknis di lapangan sebagaimana mestinya.
Sementara itu, Kepala Desa Patean hingga berita ini diturunkan belum dapat dimintai tanggapan terkait dugaan tersebut.
Program P3-TGAI merupakan inisiatif Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang bertujuan meningkatkan kinerja jaringan irigasi tersier melalui pemberdayaan masyarakat petani. Dalam pelaksanaannya, program ini menekankan aspek partisipasi kelompok tani dan akuntabilitas penggunaan dana sesuai ketentuan.
Reporter : Redaksi
Editor : Frinanda











