SUMENEP, Suarapers.net —Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Desa Nambekor, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, hingga kini belum menunjukkan progres berarti meski telah memasuki masa pelaksanaan.
Kegiatan tersebut dikerjakan oleh Kelompok P3A “Sumber Manis” dengan masa kerja sekitar 90 hari kalender. Namun hingga saat ini, belum terlihat aktivitas pekerja maupun tanda dimulainya pembangunan fisik di lapangan.
Salah satu warga setempat yang enggan disebut namanya mengaku heran karena pekerjaan tak kunjung berjalan.
“Minggu Kemaren sempat ada yang kerja untuk pembuatan saluran, tapi setelah itu tidak ada lagi pekerja. Sekarang salurannya kosong, tidak ada aktivitas apa-apa,” ujarnya.
Warga lain juga berharap pendamping program lebih aktif mengawasi jalannya kegiatan.
“Pendamping seharusnya turun melihat kondisi di lapangan. Kalau dibiarkan begini, kapan selesainya?” katanya.
Seorang aktivis di Kabupaten Sumenep menilai pendamping harus bersikap tegas agar pekerjaan sesuai jadwal.
“Pengawasan harus jalan. Kalau dibiarkan tanpa kontrol, masyarakat bisa curiga bahwa pekerjaan tidak diawasi dengan benar,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pendamping maupun P3A terkait keterlambatan pekerjaan tersebut.
Penulis : Redaksi
Editor : Frinanda











