Example floating
Example floating
Ekonomi

42 Ton Zakat Fitrah Terkumpul Di Baznas Tulungagung.

140
×

42 Ton Zakat Fitrah Terkumpul Di Baznas Tulungagung.

Sebarkan artikel ini

Tulungagung SuaraPers.net  || Ramadan selalu menjadi momen lonjakan amalan, terutama bagi umat muslim. Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Tulungagung menyambut hal itu. Hasilnya, zakat yang diperoleh melebihi target. Hal itu lantaran hasil dari sosialisasi antarintansi dan promosi lewat sosial media (medsos).

Ketua Baznas Tulungagung Samsul Umam mengtakan, semua aparatur sipil negara (ASN) memang diwajibkan untuk membayar zakat fitrah. Namun, polres dan kodim tidak dianjurkan karena langsung diarahkan ke pusat.  ” Target zakat fitrah tahun ini sebanyak 40 ton, sementara sudah terkumpul 42 ton. Dari jumlah itu 90 persen dari ASN, hanya 10 persen dari masyarakat biasa. Dengan 15.666 muzaki yang menyetorkan zakat di Baznaz,” ujarnya.

Example 300x600

Dia melanjutkan, masih banyak instansi yang belum masuk, seperti kecamatan dan ada sebagian sekolah yang belum. Setelah dikonfirmasi, sekolah sudah mengumpulkan zaka, tetapi belum diserahkan ke Baznas. Maka, sekolah tersebut dimungkinkan dalam waktu dekat akan datang ke Baznas untuk membayar zakat.

Apa faktor masyarakat tidak membayar zakat di Baznaz ? Samsull mengungkapkan, banyak lembaga amil zakat swasta dan masjid yang juga bisa menyalurkan zakat. Namun, dari 15 ribu muzaki, ada 3 ribu yang merupakan masyarakat biasa dan ternyata keluarga dari ASN. Hal itu tidak memengaruhi target perolehan zakat dari Baznas.

Penyaluran zakat sudah dilakukan kepada 19 kecamatan sejak Rabu (12/4) secara bertahap. Namun, zakat fitrah yang masuk nantinya disalurkan ke lembaga pondok pesantren terdekat.

Perolehan zakat fitrah tahun ini dibandingkan tahun lalu masih sama. Berbeda dengan zakat mal yang mengalami peningkatan. Bila tahun lalu dalam sebulan sekitar Rp 200 juta, sejak Januari zakat mal Rp 300 juta,” terang Samsul.

Dari jumlah ratusan juta zakat mal, ASN tetap penyumbang paling besar, dan sebagian ada yang berindentitas Hamba Allah. Pihak Baznas akan menjaring para pengusaha untuk zakat mal saat Ramadan, tetapi terkendala di pencatatan atau administrasi.

Peningkatan zakat mal ini karena usaha Baznaz yang terus bersosialisasi ke instansi pemerintahan. Hal itu membuahkan hasil lantaran Dinas Pendidikan (Disdik) Tulungagung menjadi penyumbang paling banyak zakat mal setelah Kementerian Agama (Kemenag). Jika zakat mal Kemenag sebesar Rp 85 juta dalam sebulan, disdik bisa mencapai Rp 150 juta.

“Kami rencananya akan melakukan sosialisasi lebih gencar ke dinas kesehatan hingga ke puskesmas, lantaran sebelumnya belum maksimal. Jika sebelumnya Rp 500 ribu, sekarang mulai Rp 1 juta tiap bulan. Hal itu karena masyarakat belum mengetahui fungsi Baznas,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× How can I help you?