Example floating
Example floating
Peristiwa

Baru Setahun Dibangun, Irigasi Banasare Ambruk: Uang Negara Diduga Dikorupsi

170
×

Baru Setahun Dibangun, Irigasi Banasare Ambruk: Uang Negara Diduga Dikorupsi

Sebarkan artikel ini
Foto : Proyek saluran irigasi di Desa Banasare, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, menjadi sorotan publik setelah ditemukan dalam kondisi rusak parah

SUMENEP, Suarapers.net – Proyek saluran irigasi di Desa Banasare, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, kini menuai sorotan tajam setelah ditemukan dalam kondisi rusak parah, padahal anggarannya diduga mencapai ratusan juta rupiah Rabu, (02/07/2024).

Hasil pantauan media di lapangan menunjukkan kondisi bangunan saluran irigasi tersebut mengalami banyak kerusakan di sejumlah titik. Bahkan, beberapa bagian bangunan terlihat sudah terlepas dan retak. Diduga, proyek tersebut dikerjakan menggunakan material berkualitas rendah, seperti pasir merah yang tidak sesuai standar konstruksi.

Example 300x600

Ironisnya, meski di papan nama proyek tertera jelas bahwa kegiatan ini bersumber dari APBN tahun anggaran 2024, kondisi fisik bangunan sudah tampak seperti bangunan lama yang tidak dirawat. Sejumlah sumber menyebutkan bahwa proyek tersebut baru dikerjakan sekitar setahun lalu, namun kualitasnya sudah sangat memprihatinkan.

Sementara itu, Kepala Desa Banasare, Sarbini, saat dikonfirmasi, justru menyampaikan informasi yang membingungkan. Ia mengklaim bahwa proyek tersebut sudah dikerjakan sejak tahun 2023, bahkan telah dilakukan tiga kali pengerjaan pada bulan Juni tahun itu. Sarbini juga menyebut bahwa terdapat dua proyek irigasi, masing-masing pada tahun 2023 dan 2024.

“Di sana itu memang ada yang dari tahun 2023, dan ada juga yang 2024,” ucap Sarbini, tanpa menjelaskan lebih lanjut soal perbedaan lokasi atau sumber anggaran masing-masing proyek.

Pernyataan Kepala Desa yang bertolak belakang dengan informasi di lapangan memicu kecurigaan warga. Mereka mempertanyakan kejelasan proyek tersebut, mulai dari pelaksana, mutu pekerjaan, hingga pengawasan dari instansi terkait.

“Kalau memang dikerjakan dua kali, kenapa semua rusak? Itu artinya semua pengerjaan bermasalah,” ujar warga lainnya dengan nada kesal.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun dinas terkait soal kondisi dan pengawasan proyek tersebut.

Reporter : Rohmat

Editor      : Frinanda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× How can I help you?