Example floating
Example floating
BeritaPendidikanPeristiwa

Korban Dugaan Pencabulan Guru SD di Kangean Trauma Berat, Tak Mau Sekolah Usai Jadi Bahan Bully

16
×

Korban Dugaan Pencabulan Guru SD di Kangean Trauma Berat, Tak Mau Sekolah Usai Jadi Bahan Bully

Sebarkan artikel ini
Foto : ilustrasi dari Goggle.

SUMENEP, Suarapers.net – Kondisi memprihatinkan dialami MR (14), korban dugaan pencabulan oknum guru SD di Pulau Kangean, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep.

Usai kasusnya viral, korban kini mengalami trauma psikologis hingga enggan masuk sekolah.

Example 300x600

Penasihat hukum korban, Ach Syaifur Rizal mengatakan, korban sempat masuk sekolah sekitar seminggu setelah kejadian.

Namun di sekolah, ia justru menjadi bahan bully teman-temannya.

“Korban di-bully karena sudah viral di berita sebagai korban dugaan asusila. Akhirnya korban tidak mau masuk sekolah lagi,” kata Syaifur, Rabu (7/10/2026).

Pihak keluarga sudah berkomunikasi lisan dengan kepala sekolah agar korban diizinkan tidak masuk sementara waktu.

Syaifur menyebut hingga kini korban belum mendapat pendampingan psikolog karena keterbatasan tenaga psikolog di Pulau Kangean.

“Belum ada psikolog di Kangean. Malam ini kami akan berangkat ke Sumenep untuk memenuhi panggilan Unit PPA Polresta Sumenep,” ujarnya.

Jadwalnya, korban akan diperiksa Unit PPA pada Kamis (8/10/2026) dan dirujuk ke RS Bhayangkara pada Jumat (9/10/2026).

“Kami berharap setelah dapat arahan psikolog, korban mau kembali sekolah. Kami juga akan koordinasi dengan pihak sekolah agar bullying tidak terulang,” paparnya.

Kepala UPTD PPA Dinsos P3A Sumenep Diana Agus Sulistyowati membenarkan korban belum diasesmen.

“Kami belum bertemu langsung dan mengetahui kondisi riil korban. Setelah pemeriksaan oleh kepolisian, korban akan diasesmen dan didampingi psikolog,” jelas Diana.

Sementara Kepala Disdik Sumenep Mohammad Iksan menyayangkan adanya bullying terhadap korban.

Menurutnya, peran orang tua dan sekolah sangat penting untuk memulihkan semangat belajar korban.

“Kepsek dan guru BK akan menemui orang tua korban untuk membujuk korban kembali sekolah. Kami sudah minta siswa lain tidak mem-bully korban,” tegas Iksan.

Ia berharap masa depan korban tetap cemerlang dan tidak terputus pendidikannya akibat kasus tersebut.

 

Penulis : Nung

Editor   : Frinanda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *