Example floating
Example floating
Peristiwa

Pagar Roboh di Arena Karapan Sapi Sumenep, Satu Tewas dan Tiga Terluka

502
×

Pagar Roboh di Arena Karapan Sapi Sumenep, Satu Tewas dan Tiga Terluka

Sebarkan artikel ini
Foto : Seorang korban insiden robohnya pagar pembatas saat lomba kerapan sapi dilarikan ke rumah sakit menggunakan ambulan, Minggu sore (22/6/2024). Insiden ini terjadi di sisi timur Lapangan Kerapan Sapi Giling, Sumenep.

SUMENEP, Suarapers.net – Kemeriahan lomba Karapan Sapi se-Madura “Pakar Sakera” dalam rangka Piala Bupati Cup 2025 di Lapangan Giling, Sumenep, berubah jadi tragedi. Sebuah pagar tembok pembatas di sisi timur lapangan roboh dan menimpa penonton saat partai final berlangsung, Minggu sore, 22 Juni 2025. Satu orang tewas dan tiga lainnya mengalami luka serius.

Korban tewas bernama Sueb, 60 tahun, warga Desa Aeng Merah, Kecamatan Batuputih. Ia sempat dirawat intensif di RSUD dr. H. Moh. Anwar, sebelum dinyatakan meninggal dunia pukul 19.40 WIB. Tiga korban lainnya saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Example 300x600

Kejadian bermula saat ratusan penonton memadati sisi timur lapangan, tepat di garis finis. Banyak di antara mereka yang menaiki pagar pembatas untuk mendapatkan posisi menonton yang lebih baik. Meski panitia telah berulang kali memberikan peringatan agar tidak naik ke atas pagar, imbauan tersebut diabaikan.

Sekitar pukul 17.20 WIB, pagar sepanjang 25 meter dan setinggi 4 meter itu roboh mendadak. “Kondisinya memang sudah miring sejak sebelum acara,” kata seorang penonton bernama wiwid. “Kami sudah khawatir, tapi tidak ada tindakan penguatan pagar.”

Berikut identitas tiga korban lainnya:

Aldi (35), warga Batuputih Laok, mengalami nyeri punggung.

Sudahnan (55), warga Manding, luka robek di mata kaki kanan.

Ahmad Baidi (40), warga Pasongsongan, mengalami patah tulang paha kanan.

Para korban sempat dilarikan ke Puskesmas Pamolokan untuk pertolongan pertama, lalu dirujuk ke RSUD Moh. Anwar Sumenep sekitar pukul 18.15 WIB.

Polisi telah mengamankan lokasi dan menutup sebagian area sisi timur lapangan untuk penyelidikan. Jun salah satu aktivis Sumenep menyatakan bahwa pagar pembatas tersebut tidak termasuk dalam pemeliharaan infrastruktur lapangan yang dilakukan tahun lalu.

Lapangan Giling sendiri sempat mendapat pemeliharaan pada 2024 senilai Rp720 juta, namun pagar di sisi timur disebut luput dari perbaikan. “Ini soal kelalaian struktural. Tidak cukup hanya menyalahkan penonton,” kata jun selaku aktivis sumenep.

Peristiwa ini menimbulkan desakan publik agar Pemkab Sumenep dan panitia lomba bertanggung jawab penuh. Banyak yang menilai, minimnya inspeksi kelayakan fasilitas dan pengawasan pengunjung berkontribusi besar terhadap insiden tersebut.

Reporter: Ron
Editor: Frinanda

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× How can I help you?