Example floating
Example floating
Kriminal

Ratusan Massa aksi Aktifis, Menuntut Pihak Hukum Segera jebloskan pelaku Mavia pupuk, Berahir ricuh, mengakibatkan satu peserta aksi di rawat Inap.

145
×

Ratusan Massa aksi Aktifis, Menuntut Pihak Hukum Segera jebloskan pelaku Mavia pupuk, Berahir ricuh, mengakibatkan satu peserta aksi di rawat Inap.

Sebarkan artikel ini

Surapers.net _ Sumenepe || Massa aksi mulai memanas setelah Wakapolres dan Kasatreskrim Polres Sumenep tidak dapat memenuhi permintaan massa aksi yang tergabung Aliansi Amanah Rakyat (AAR), terhadap Mavia pupuk bersubsidi, tiga tersangka dalam kasus perkara.

Massa aksi mulai menerobos pagar polisi, berusaha masuk ke dalam, sehingga aksi saling dorongpun tidak bisa kondisikan, di depan Polres Sumenep, Madura, Jawa Timur, sekitar pukul 16.00 Wib. Sore

Example 300x600

Sehingga pada saat itu, salah seorang peserta demo, Noval mengaku, pihak kepolisian melakukan pemukulan ke massa aksi. Akibat kejadian itu, 8 orang peserta aksi menjadi korban, dan satu orang harus dilarikan ke RSUD Sumenep

Satu peserta aksi korban dan di rawat Inap RSUD Sumenep ,” ujarnya noval ke media ini.

Hingga menjelang berbuka puasa, massa aksi masih bertahan di depan kantor Polres Sumenep.

Diketahui sebelumnya, pihak Aliansi Amanah Rakyat (AAR) Sumenep mendatangi kantor Kepolisian Resor (Polres). Mereka dalam rangka menuntut Polres Sumenep agar segera menangkap tersangka kasus penyelundupan pupuk bersubsidi di kabupaten Sumenep.

Korlap Aksi Firmansyah dalam orasinya mendesak agar para tersangka dalam kasus penyelundupan pupuk itu segera ditangkap. Sikap Polres Sumenep melepas tiga terduga dinilai telah mencederai hukum.

Kami di sini bukan mau tauran kami minta keadilan terhadap penegak hukum, kami mewakili rakyat untuk tuntaskan kasus ini ke jeruji besi para pelaku, bukan kami yang di tangkap,” ujarnya sambil berteriak di depan polisi.

Diapun menegaskan Kejahatan ini tidak bisa dibiarkan. Karena, saat di musim tanam, petani sering mengalami kelangkaan pupuk, hingga mereka terancam gagal panen.

Polres Sumenep telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus tersebut, yakni IH, HR dan W.

Berdasarkan keterangan Kasi Humas Polres Sumenep AKP Widiarti, mengaku pihak kami tidak bisa menjawab, sudah ada pimpin kami Kapolres Sumenep,” ujarnya saat di konfirmasikan oleh media ini saat masa aksi menunggu berbuka puasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× How can I help you?