Example floating
Example floating
Peristiwa

Gerebek Hotel di Sumenep, Lima Pasang Remaja Diamankan Lalu Dilepas: Tokoh Masyarakat Desak Evaluasi Izin Operasional

353
×

Gerebek Hotel di Sumenep, Lima Pasang Remaja Diamankan Lalu Dilepas: Tokoh Masyarakat Desak Evaluasi Izin Operasional

Sebarkan artikel ini
Foto : Hotel ini menjadi sorotan setelah adanya penggerebekan oleh aparat kepolisian, Kamis (26/6/2025). (Foto: Suarapers.net)

SUMENEP, Suarapers.net — Satuan Sabhara Polres Sumenep menggerebek sebuah hotel Surabaya di Jalan Mustika No. 1, Kelurahan Bangselok, Kecamatan Kota Sumenep, Jawa Timur, Kamis (26/6/2025) sekitar pukul 11.00 WIB. Dalam operasi itu, petugas mengamankan lima pasangan remaja, salah satunya diketahui berstatus mahasiswa asal Kabupaten Pamekasan.

Selain mengamankan para remaja, petugas juga membawa sejumlah sepeda motor dari lokasi. Namun, belakangan mencuat informasi bahwa para pasangan tersebut dilepas tanpa proses hukum yang jelas. Hal ini menimbulkan pertanyaan di masyarakat mengenai transparansi dan keseriusan penegakan hukum.

Example 300x600

Ironisnya, operasi tersebut dilakukan tanpa koordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), instansi yang memiliki kewenangan dalam penegakan Peraturan Daerah (Perda). Langkah ini mendapat sorotan karena dinilai tidak sesuai dengan prosedur standar operasional (SOP) penindakan.

Tokoh masyarakat Sumenep, KH Moh Saifuddin, menyampaikan keprihatinan atas pola penanganan kasus yang dinilai tidak memberi efek jera.

“Kalau tujuannya menertibkan moral masyarakat, seharusnya ada proses hukum yang jelas. Jangan hanya ditangkap, lalu dilepas tanpa pembinaan. Ini justru membuka ruang pembiaran,” ujarnya.

Ia juga menyoroti manajemen hotel yang dinilai tidak selektif dalam menerima tamu.

“Jika hotel Surabaya dibiarkan menyewakan kamar kepada pasangan bukan suami istri, maka ini dapat merusak moral generasi muda. Saya minta pemerintah daerah meninjau kembali izin operasional hotel tersebut, bahkan jika perlu mencabut izinnya,” tegasnya.

Desakan senada juga disampaikan sejumlah aktivis kepemudaan dan pegiat sosial. Mereka khawatir, jika tidak ditindaklanjuti dengan serius, penggerebekan seperti ini hanya menjadi formalitas belaka dan membuka ruang dugaan adanya “permainan di balik layar”.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Polres Sumenep maupun manajemen hotel terkait penggerebekan dan kelanjutan proses hukum terhadap para remaja yang diamankan.

Reporter : Romat

Editor      : Frinanda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× How can I help you?