Surabaya_ Suarapres.net Setelah lakukan aksi demonstrasi di depan gedung Gubernur Jawa Timur, Kemarin (19 Januari 2023), DPD KNPI Jawa TImur kembali geruduk kantor Gubernur Jawa Timur dalam rangkaian pengawalan kasus dana hibah Jawa Timur. Jum’at, (20/01/2023).
Dalam aksi demonstrasi kemarin, massa aksi harus menelan kekecewaan karena Gubenur, Wakil Gubernur dan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur tidak ada di kantor dengan alasan sedang berada di luar kota. Oleh karenanya sejumlah anggota KNPI Jatim kembali geruduk (demonstrasi tahap 2) di depan kantor Gubernur Jatim hari iniKami kemarin kecewa, karena gubernur tidak ada di kantor.
Hari ini kami kembali untuk memastikan ada atau tidaknya keterlibatan Gubernur dan jajarannya dalam kasus dana hibah Jatim yang kian ramai diperbincangkan” Ujar Syamsi saat urasi didepan kantor gubenur.
Korlap aksi demontrasi tersebut menyebut bahwa langkah ini sebagai bagian dari cara untuk menuntaskan kasus dana hibah Jatim.
”Tidak hanya DPRD Jatim tapi juga Gubernur, karena dana hibah juga ada yang berbentuk Hibah Gubernur. Dengan gerakan ini maka semua bentuk dana hibah dapat diketahui keterlibatan para pemangku kepentingan di dalamnya,” tegasnya.
Dalam demonstrasi tersebut, massa aksi juga menuntut gubernur, wakil gubernur, dan sekretaris daerah jawa timur untuk menandatangani petisi bersih dari korupsi dana hibah jawa TImur.
“Kami meminta Gubernur, Wakil Gubernur dan Sekda Jatim untuk tanda tangan petisi “Bersih dari korupsi dana hibah Jawa Timur” agar dapat memperjelas ada atau tidaknya keterlibatan pihak gubernur dalam kasus dana hibah Jatim” ungkapnya tegas
Setelah beberapa jam demonstrasi berlangsung, pihak gubernur menemui massa aksi sebagai bentuk perwakilan dan menyampaikan bahwa Gubernur dan jajaran terkait tidak ada di kantor dan belum kembali dari luar kota,” teranya.
Anggota DPD KNPI Jatim tersebut menyebutkan bahwa ada kecenderungan masyarakat menilai pihak pemerintah terlibat dalam kasus dana hibah Jatim
“Dengan kondisi seperti ini dimana kantor tetap kosong, besar dugaan mereka (gubernur dan jajarannya) memang sengaja menghindar dan takut untuk menemui kami. Hal ini pada akhirnya mengarah pada indikasi keterlibatan mereka dalam kasus dana hibah jatim” pungkasnya dengan nada tegas.
Pihak KNPI menyebutkan bahwa aksi demontrasi ini merupakan langkah awal dalam mengawal kasus dana hibah Jatim. Masih banyak rangkaian agenda yang akan diaksanakan kedepan.
“Untuk menuntaskan kasus dana hibah ini, kami akan laksanakn gerakan lain ke depan. Demonstrasi dan permintaan tanda tangan petisi ini hanya bentuk langkah awal dalam gerakan ini. Kami berkometmen untuk mengawal tuntas kasus ini hingga ke akarnya,’ Tambahanya
Sampai berita ini dinaikkan, belum ada kejelasan dari pihak gubernur dan jajarannya.











