SUMENEP, Suarapers.net — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar Kabupaten Sumenep menerima alokasi anggaran sebesar Rp4,9 miliar dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun anggaran 2025. Dana tersebut dialokasikan untuk peningkatan layanan medis dan pembangunan fasilitas kesehatan baru.
Menurut Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, alokasi kegiatan DBHCHT tahun ini difokuskan pada dua sektor utama, yakni alat kedokteran bedah dan bangunan kesehatan.
“Untuk tahun 2025, RSUD dr. H. Moh. Anwar mendapatkan alokasi kegiatan pada dua bidang, yakni pengadaan alat kedokteran bedah dan bangunan kesehatan,” ujar dr. Erliyati, Selasa (11/11/2025).
Ia menjelaskan, pada pengadaan alat kesehatan, rumah sakit akan membeli kursi tindakan kemoterapi guna menunjang pelayanan bagi pasien kanker.
Sementara itu, pada sektor bangunan kesehatan, dana DBHCHT digunakan untuk pembangunan gedung perawatan Program Nasional KJSU KIA, yang mencakup layanan Kanker, Jantung, Stroke, Urologi, serta Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).
“Gedung ini nantinya akan menjadi pusat layanan terpadu bagi program nasional KJSU + KIA agar penanganan penyakit-penyakit prioritas dan layanan ibu-anak bisa lebih maksimal,” tambahnya.
Dengan adanya tambahan anggaran tersebut, RSUD dr. H. Moh. Anwar diharapkan dapat memperkuat pelayanan kesehatan rujukan di wilayah kepulauan dan daratan Sumenep, sekaligus mendukung peningkatan mutu pelayanan publik di sektor kesehatan.
dr. Erliyati menambahkan, pihaknya berharap dukungan dari pemerintah daerah dan masyarakat agar seluruh program yang dibiayai melalui DBHCHT dapat berjalan optimal serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Sumenep.
“Kami berharap dengan dukungan semua pihak, RSUD dr. H. Moh. Anwar bisa menjadi rumah sakit unggulan di Madura yang memberikan pelayanan cepat, tepat, dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya.
Reporter : Ron
Editor : Frinanda













