Example floating
Example floating
Peristiwa

Dugaan Ketertutupan dan Korupsi Program Sanimas di Pakandangan Tengah, Kades Akui Tak Tahu Anggaran

251
×

Dugaan Ketertutupan dan Korupsi Program Sanimas di Pakandangan Tengah, Kades Akui Tak Tahu Anggaran

Sebarkan artikel ini
Foto : Lokasi kegiatan sanimas di Desa Pakandangan tengah Kecamatan Bluto lokasi yang blum selesai.

SUMENEP, Suarapers.net – Program Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) di Desa Pakandangan Tengah, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kembali menuai sorotan. Alih-alih memberi manfaat nyata bagi warga, program yang didanai pemerintah pusat ini justru menimbulkan tanda tanya besar terkait transparansi dan dugaan penyimpangan anggaran.

Kepala Desa Pakandangan Tengah secara mengejutkan mengaku tidak mengetahui berapa besaran dana yang digelontorkan untuk program tersebut. “Saya tidak tahu berapa anggarannya,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi.

Example 300x600

Pengakuan itu memicu kritik keras dari warga dan pegiat sosial. Mereka menilai pernyataan kepala desa mencerminkan lemahnya pengawasan di tingkat desa. Padahal, proyek dengan nilai ratusan juta rupiah seharusnya diawasi ketat agar tepat sasaran.

“Kalau kepala desa saja tidak tahu anggarannya, lalu siapa yang sebenarnya mengawasi jalannya proyek ini?” ungkap salah satu warga setempat dengan nada heran.

Sejumlah pihak menduga ada ketertutupan informasi sekaligus indikasi korupsi dalam pelaksanaan Sanimas. Hingga kini, dokumen resmi terkait nilai satu titik-titik nya kurang jelas volume pekerjaan, maupun pihak pelaksana teknis tidak pernah diumumkan secara terbuka kepada masyarakat.

Ketidakjelasan ini menimbulkan kecurigaan adanya praktik penyalahgunaan anggaran. Apalagi, Sanimas merupakan program strategis nasional yang setiap tahunnya menggelontorkan dana miliaran rupiah untuk mendukung akses sanitasi layak di desa.

Warga mendesak aparat pengawas, baik dari inspektorat maupun aparat penegak hukum, segera turun tangan menelusuri dugaan korupsi tersebut. Transparansi dianggap penting agar program yang mestinya menyehatkan lingkungan tidak justru “berbau” masalah.

Reporter : Ron

Editor      : Frinanda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× How can I help you?