Example floating
Example floating
PemerintahanPeristiwa

Pendamping Lalai, Proyek Irigasi P3-TGAI di Sumenep Minim Transparansi

294
×

Pendamping Lalai, Proyek Irigasi P3-TGAI di Sumenep Minim Transparansi

Sebarkan artikel ini
Foto : Lokasi Kegiatan Saluran irigasi Desa Aeng Merah menuai sortan.

SUMENEP, Suarapers.net — Pendamping program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Desa Aeng Merah, Dusun Aeng Merah Barat, Kecamatan Batuh Putih, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, dinilai lalai menjalankan fungsi pengawasan.

Ironisnya, hingga pekerjaan hampir rampung, papan informasi proyek belum juga terpasang di lokasi. Kondisi ini memunculkan dugaan pelanggaran terhadap prinsip keterbukaan publik sebagaimana diatur dalam regulasi.

Example 300x600

Berdasarkan percakapan yang beredar di sejumlah grup WhatsApp, kegiatan tersebut disebut sebagai program P3-TGAI tahap pertama tahun 2025. Proyek senilai Rp195 juta yang dilaksanakan oleh P3A Baru Agung Jaya itu tidak menampilkan papan informasi di lapangan. Informasi proyek justru disebut disimpan di sebuah rumah, sehingga sulit diakses warga.

Aktivis pemantau anggaran di Sumenep, Ahmadi, menilai kondisi tersebut sebagai bentuk pengabaian asas transparansi.

Papan informasi adalah hak publik. Kalau proyek dikerjakan tanpa itu, sama saja menutup-nutupi. Apalagi ini program pemerintah pusat dengan nilai hampir Rp200 juta, wajar bila masyarakat curiga,” ujarnya.

Menurut Ahmadi, lemahnya pengawasan dari pihak terkait semakin memperburuk keadaan.

Pemerintah desa mestinya tidak tutup mata. Kalau dibiarkan, praktik semacam ini bisa membuka peluang penyimpangan anggaran,” tambahnya.

Beberapa minggu lalu, kepala desa setempat sempat dimintai konfirmasi mengenai proyek tersebut. Namun ia hanya menjawab singkat bahwa dirinya masih berada di luar, di lapangan bersama sapi.”

Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana proyek maupun pendamping belum memberikan penjelasan lebih lanjut.

Sejumlah warga pun mengeluhkan ketiadaan papan informasi proyek.

Sampai sekarang tidak ada papan proyek, jadi masyarakat tidak tahu berapa anggarannya, dari mana sumber dananya, atau siapa pelaksana pekerjaannya,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Senin (15/9/2025).

Reporter : Ron

Editor      : Frinanda

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× How can I help you?