SUMENEP, Suarapers.net– Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengajak masyarakat memperkuat persatuan, kepedulian sosial, dan semangat gotong royong untuk mendorong kemajuan Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.
Pesan tersebut disampaikan Cak Fauzi dalam rangkaian Prosesi Arya Wiraraja dan Festival Musik Tong-Tong Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 di depan Masjid Jamik Sumenep, Sabtu (17/10/2026), dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep.
Menurut Fauzi, peringatan hari jadi daerah tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang sejarah dan merayakan kekayaan budaya, tetapi juga memperkuat persaudaraan serta menyatukan langkah dalam menghadapi tantangan pembangunan.
Ia menegaskan, kemajuan daerah tidak dapat hanya mengandalkan program pemerintah. Partisipasi dan kepedulian masyarakat juga diperlukan agar pembangunan berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Persatuan dan gotong royong merupakan modal utama untuk mendorong kemajuan daerah. Karena itu, kerukunan dan kepedulian sosial harus terus kita jaga,” ujar Fauzi.
Ia mengatakan, Sumenep memiliki kekayaan yang bersumber dari potensi alam, keberagaman budaya, karakter masyarakat, serta wilayah geografis yang membentang dari daratan hingga kepulauan.
Keberagaman tersebut, lanjut Fauzi, harus menjadi kekuatan untuk mempererat hubungan antarmasyarakat. Sikap saling menghormati dan menjaga kerukunan dinilai penting agar perbedaan tidak menjadi penghalang dalam mewujudkan pembangunan daerah.
“Perbedaan merupakan kekayaan yang harus dijaga bersama. Dengan persatuan dan gotong royong, kita bisa membangun Sumenep yang lebih maju dan sejahtera,” tegasnya.
Fauzi juga mendorong seluruh lapisan masyarakat untuk berkontribusi dalam pembangunan sesuai dengan peran dan kemampuan masing-masing. Keterlibatan generasi muda, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan dunia usaha dinilai penting untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah.
“Kemajuan Sumenep membutuhkan partisipasi semua pihak. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat, pemuda, tokoh agama, dan dunia usaha,” ungkapnya.
Sementara itu, Prosesi Arya Wiraraja dan Festival Musik Tong-Tong KEN 2026 menjadi bagian dari upaya melestarikan warisan budaya sekaligus memperkuat identitas lokal di tengah perkembangan zaman.
Kehadiran tradisi dalam perayaan hari jadi diharapkan tidak sekadar menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menumbuhkan kebanggaan terhadap sejarah dan kebudayaan daerah, terutama di kalangan generasi muda.
Fauzi berharap semangat persatuan dan kebersamaan yang terbangun selama peringatan Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, pembangunan daerah membutuhkan kerja sama dan komitmen bersama agar cita-cita mewujudkan Sumenep yang unggul, mandiri, dan sejahtera dapat tercapai.
“Kami berharap persatuan, kebersamaan, dan gotong royong semakin mengakar demi mewujudkan Kabupaten Sumenep yang unggul, mandiri, dan sejahtera,” pungkasnya.
Penulis : Ron
Editor : Frinanda













