Example floating
Example floating
Pemerintahan

Pelatihan Tata Boga DBHCHT: Bekal Keterampilan dan Usaha untuk Warga Sumenep

810
×

Pelatihan Tata Boga DBHCHT: Bekal Keterampilan dan Usaha untuk Warga Sumenep

Sebarkan artikel ini
Foto : Sekretaris Disnaker Sumenep, dr. Kusmuni, menyematkan tanda peserta secara simbolis kepada salah satu peserta pelatihan Tata Boga berbasis kompetensi, kamis (3/7/2025).

SUMENEP, Suarapers.net – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Sumenep kembali menyelenggarakan program pelatihan vokasi berbasis unit kompetensi, kali ini di bidang Tata Boga. Kegiatan ini berlangsung mulai 3 hingga 21 Juli 2025 di Jl. Pepaya No. 525/1B, Kelurahan Karangduak, Kecamatan Kota Sumenep.

Pelatihan tersebut dibiayai melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran 2025. Fokus utamanya adalah memperkuat kapasitas kerja masyarakat dan menciptakan tenaga kerja terampil yang selaras dengan kebutuhan industri lokal.

Example 300x600

Tercatat, sebanyak 16 peserta mengikuti pelatihan ini, berasal dari lima kecamatan berbeda:

  • Kota Sumenep: 8 peserta
  • Manding: 3 peserta
  • Kalianget: 2 peserta
  • Rubaru: 2 peserta
  • Batuan: 1 peserta

Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Disnaker Sumenep, dr. Kusmuni, mewakili Kepala Dinas Heru Santoso. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menyiapkan SDM unggul.

“Pelatihan ini bukan hanya meningkatkan keterampilan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru. Kami berharap peserta bisa tumbuh menjadi tenaga kerja profesional maupun wirausahawan mandiri,” ujarnya.

Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas, Eko Ferryanto, menambahkan bahwa pelatihan dirancang berbasis industri, dengan materi yang aplikatif seperti:

  • Teknik pengolahan makanan
  • Higienitas dapur dan keamanan pangan
  • Manajemen usaha kuliner skala kecil
  • Strategi pemasaran berbasis potensi lokal

“Empat tujuan utama pelatihan ini adalah membekali peserta dengan keterampilan, menciptakan tenaga kerja kompeten, mendorong lahirnya usaha baru, serta meningkatkan pendapatan keluarga,” terang Eko.

Selain pelatihan teknis, peserta juga disiapkan untuk mengikuti uji sertifikasi profesi agar kompetensinya diakui secara nasional.

Program ini mendapat dukungan penuh dari Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH., MH., dan Wakil Bupati KH. Imam Hasyim, SH., MH. Pemanfaatan DBHCHT diarahkan agar berdampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Disnaker berharap pelatihan ini dapat menjadi model yang direplikasi di kecamatan lain, sehingga akses terhadap pelatihan kerja yang sesuai kebutuhan pasar dapat menjangkau lebih banyak warga.

“Kami tidak hanya mencetak lulusan pelatihan, tapi menyiapkan SDM yang siap bersaing dan menciptakan peluang usaha baru,” pungkas Eko.

 

Reporter : Ron

Editor      : Frinanda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× How can I help you?